KBRN, Jakarta: Deputi Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, Blue Economy dihadirkan untuk bisa memanfaatkan SDA yang berasal dari laut. Sehingga Sumber Daya Alam (SDA) bisa tercipta dengan nilai ekonomi baru.
"Ini akan menjadi upaya kita untuk memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari laut. Dan membuka paradigma baru bahwa banyak sektor lain terkait laut bisa kita ciptakan nilai tambahnya," katanya dalam perbincangan pro3 RRI, Rabu (5/7/2023).
Ia juga mengatakan, Indonesia sendiri menjadi contoh bagi negara ASEAN dalam hal blue conomy ini. Salah satunya mengenai pengalaman dalam menyusun blue ekonomi development famework (Kerangka pembangunan Ekonomi Biru).
Kerangka ini disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Sebagai acuan pemangku kepentingan dalam mendefinisikan ekonomi biru dan mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.
"Jadi sebenarnya yang kami angkat di ASEAN itu kita ingin menyamakan persepsi dan lemahaman mengenai blue economy di kawasan ASEAN. Di mana Indonesia ingin menjadi leader untuk blue economy untuk kawasan ASEAN," katan Amalia.
Selain memikirkan SDA, manfaat dari blue economy juga diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan nelayan. Seperti dalam hal pengelolaan dan juga pendistribusiannya melalui teknologi.
"Pembudayaan ikan dengan penerapan teknologi yang lebih baru bisa membuat nelayan lebih produktif. Sehingga produktifitas kedepannya meningkat," ucapnya.
Amalia juga menjelaskan, bahwa esensi blue ecomony ini dibuat Indonesia untuk menciptakan sumber ekonomi baru. Tinggal menentukan bagaimana cara bersama-sama menularkan pengalaman Indonesia di negara ASEAN lainnya.
"Alhamdulillahnya negara ASEAN sudah setuju dan sepakat untuk itu. Dan kita terus menggulirkan untuk mendapatkan endorsment dari presiden-presiden ASEAN nanti," ujarnya.
Belum lama ini, Kementerian PPN/Bappenas menggelar ASEAN Blue Economy Forum 2023 di Belitung. Forum tersebut membahas pentingnya ekonomi biru sebagai salah satu prioritas kerja sama antar negara ASEAN.